IPv6 sudah lama hadir sebagai pengganti IPv4. Stok alamat IPv4 baru juga sudah habis. Namun kalau Anda cek koneksi internet di berbagai tempat, masih banyak jaringan yang belum memberikan IPv6 ke pelanggannya. Kenapa bisa begitu?
Di artikel ini kami jelaskan alasannya secara jujur, apa yang sudah GISNET lakukan, dan apa artinya untuk Anda sebagai pelanggan. Jika Anda belum familiar dengan IPv6, baca dulu GISNET Sudah Full IPv6: Apa Artinya dan Apa Untungnya untuk Anda?
Kenapa Adopsi IPv6 Berjalan Pelan?
Pindah ke IPv6 bukan sekadar menekan satu tombol. Ada beberapa tantangan nyata yang dihadapi hampir semua penyedia internet, di mana pun.
1. Perangkat lama belum mendukung
Jaringan internet terdiri dari banyak perangkat: router inti, perangkat distribusi, sampai router di rumah pelanggan. Sebagian perangkat lama belum mendukung IPv6 dengan baik, atau dukungannya terbatas. Menggantinya perlu waktu dan perencanaan.
2. Biaya upgrade dan pelatihan
Mengganti atau memperbarui perangkat tentu ada biayanya. Selain itu, tim teknis juga perlu belajar cara merancang, mengonfigurasi, dan memantau jaringan IPv6. Semua ini adalah investasi yang hasilnya tidak langsung terlihat oleh pelanggan, sehingga sering ditunda.
3. CGNAT membuat IPv4 tetap bisa dipakai
Saat alamat IPv4 makin langka, banyak jaringan memakai CGNAT (Carrier-Grade NAT), yaitu teknik agar satu alamat IPv4 publik bisa dipakai bersama oleh banyak pelanggan. Cara ini efektif sebagai solusi sementara, sehingga kebutuhan untuk segera pindah ke IPv6 terasa kurang mendesak.
4. Butuh SDM yang terlatih
IPv6 memiliki cara kerja yang berbeda dari IPv4, mulai dari format alamat, pembagian blok, hingga pengaturan keamanannya. Tanpa tenaga teknis yang benar-benar memahaminya, menerapkan IPv6 justru bisa menimbulkan gangguan.
5. Dual-stack berarti kerja dua kali
Selama masa transisi, jaringan perlu menjalankan IPv4 dan IPv6 berdampingan (dual-stack). Artinya, konfigurasi, pemantauan, dan penanganan gangguan harus dilakukan untuk dua protokol sekaligus. Ini menambah pekerjaan tim teknis.
Karena tantangan-tantangan tersebut, wajar jika adopsi IPv6 berjalan bertahap. Di Indonesia sendiri, penggunaan IPv6 masih terus bertumbuh dari tahun ke tahun.
Apa yang Sudah GISNET Lakukan?
Kami memilih untuk menyiapkan IPv6 sejak sekarang, bukan menunggu nanti. Berikut langkah-langkah yang sudah kami jalankan:
- Pelatihan tim. Tim GISNET telah mengikuti pelatihan IPv6 Advanced dari IDNIC–APJII.
- Sertifikasi. Tim kami meraih sertifikasi Hurricane Electric IPv6 Sage.
- Dual-stack di seluruh jaringan. Semua jaringan GISNET sudah full IPv6, berjalan berdampingan dengan IPv4. Layanan yang belum mendukung IPv6 tetap bisa diakses seperti biasa.
- Router pelanggan siap IPv6. Router yang dipasang tim kami sudah mendukung IPv6, jadi Anda tidak perlu mengatur apa pun.
GISNET juga terdaftar sebagai anggota APJII. Informasi selengkapnya bisa Anda lihat di halaman Legalitas.
Apa yang Pelanggan Dapatkan?
- Koneksi siap masa depan. Perkembangan internet ke depan berjalan di atas IPv6, dan koneksi Anda sudah siap sejak sekarang.
- Jalur lebih langsung ke layanan yang sudah mendukung IPv6, tanpa lapisan berbagi alamat tambahan.
- Lebih mudah untuk akses jarak jauh, misalnya CCTV atau perangkat di rumah, selama perangkat tersebut juga mendukung IPv6.
- Tanpa repot. IPv6 aktif otomatis, tanpa biaya tambahan.
- Untuk pelanggan dedicated, GISNET memberikan blok IPv6 /48 secara gratis. Bingung memilih? Baca perbedaan internet dedicated dan broadband.
Masih ragu soal IPv6? Kami sudah merangkum beberapa anggapan yang sering keliru di artikel mitos dan fakta IPv6. Anda juga bisa cek sendiri koneksi IPv6 di perangkat Anda.
Cara Memilih ISP yang Siap Masa Depan
Saat membandingkan penyedia internet, jangan hanya melihat angka kecepatan. Gunakan daftar singkat berikut:
- Sudah mendukung IPv6. Tanyakan apakah pelanggan mendapat IPv6, bukan hanya IPv4.
- Unlimited tanpa FUP. Pastikan kecepatan tidak diturunkan setelah pemakaian tertentu. Baca keuntungan internet tanpa FUP.
- Upload simetris. Upload yang sama cepat dengan download penting untuk video call, kirim file, dan CCTV. Lihat penjelasan internet simetris.
- Harga jelas dan flat. Hindari biaya tersembunyi yang muncul belakangan.
- Support lokal yang mudah dihubungi. Tim yang dekat dengan area Anda biasanya lebih cepat menangani kendala.
- Pemantauan jaringan. Tanyakan apakah jaringan dipantau secara rutin.
- Legalitas jelas. Pilih penyedia yang terdaftar dan memiliki izin yang jelas.
Poin-poin inilah yang kami pegang di GISNET. Semua paket sudah full IPv6, unlimited tanpa FUP, upload sama cepat dengan download, harga flat, dan perangkat dipinjamkan. NOC kami memantau jaringan 24 jam, sementara respons WhatsApp mengikuti jam layanan.
Siap Beralih ke Internet yang Siap Masa Depan?
Paket rumahan GISNET mulai Rp165.000/bulan. Lihat pilihan paket dan cek area jangkauan kami di Sidayu, Bungah, dan Ujung Pangkah, Gresik.
Untuk pemasangan baru, hubungi marketing kami melalui WhatsApp 0857-0629-9235. Sudah menjadi pelanggan dan butuh bantuan? Hubungi support di 0857-7777-4610.