Kini banyak rumah, toko, warung, kantor, hingga sekolah memasang CCTV agar bisa dipantau dari HP kapan saja. Namun keluhan yang sering muncul: video patah-patah, lama terbuka, atau tiba-tiba putus. Penyebabnya sering bukan kamera, melainkan kecepatan upload internet di lokasi yang kurang.
Berikut cara memperkirakan kebutuhan internet untuk CCTV, tips hemat bandwidth, dan paket GISNET yang cocok.
Kenapa Upload, Bukan Download?
Saat Anda membuka CCTV dari HP di luar lokasi, video dikirim dari DVR/NVR di tempat kamera ke internet. Artinya, lokasi kamera sedang melakukan upload. Kalau upload kecil, gambar tersendat meski download besar.
Banyak paket internet memberi upload jauh lebih kecil dari download. Karena itu, untuk CCTV online, angka upload-lah yang perlu Anda cek pertama. Penjelasan lengkapnya ada di artikel internet simetris: upload sama cepat.
Perkiraan Kecepatan Upload CCTV per Kamera
Angka pastinya tergantung merek, resolusi, dan pengaturan kamera. Sebagai gambaran umum:
| Jenis stream | Perkiraan upload per kamera |
|---|---|
| Main stream 1080p (H.264) | sekitar 2–4 Mbps |
| Main stream 1080p (H.265) | sekitar 1–2 Mbps |
| Main stream 4MP/2K | umumnya lebih tinggi dari 1080p |
| Sub-stream (tampilan HP) | sering di bawah 1 Mbps |
Bitrate sebenarnya bisa Anda lihat di menu pengaturan DVR/NVR, biasanya di bagian Encoding atau Video.
Cara Menghitung Kebutuhan untuk Beberapa Kamera
- Cek bitrate stream yang dipakai saat menonton dari HP.
- Kalikan dengan jumlah kamera yang ditonton bersamaan.
- Tambahkan cadangan sekitar 30–50% untuk pengguna lain, misalnya HP keluarga atau kasir.
Contoh: 4 kamera 1080p ditonton dengan main stream H.264 sekitar 3 Mbps = 12 Mbps. Ditambah cadangan 50%, butuh upload sekitar 18 Mbps. Jika memakai sub-stream sekitar 1 Mbps per kamera, kebutuhannya turun menjadi sekitar 6 Mbps.
Perlu diingat, jika CCTV merekam ke cloud, upload terpakai terus-menerus 24 jam, bukan hanya saat Anda menonton.
Tips Menghemat Bandwidth CCTV
- Gunakan sub-stream untuk tampilan HP. Di layar HP kecil, gambarnya tetap cukup jelas.
- Pilih kompresi H.265 jika kamera dan DVR/NVR mendukung. Ukurannya umumnya sekitar setengah dari H.264.
- Turunkan FPS atau resolusi untuk pemantauan biasa. Sekitar 10–15 FPS umumnya sudah memadai untuk area toko atau halaman.
- Rekam ke DVR/NVR lokal. Rekaman tersimpan di lokasi, dan internet hanya terpakai saat Anda menonton. Rekaman cloud butuh upload stabil sepanjang waktu.
Paket GISNET yang Cocok untuk CCTV
Semua paket GISNET simetris: upload sama dengan download. Jadi kecepatan yang Anda bayar juga berlaku untuk mengirim video CCTV. Semua paket unlimited tanpa FUP, harga flat, dan perangkat dipinjamkan.
- Home Lite 20 Mbps (Rp165.000/bulan): rumah atau warung dengan beberapa kamera yang dipantau via sub-stream.
- Home Standard 30 Mbps (Rp220.000/bulan): rumah atau toko kecil dengan sekitar 4 kamera, sekaligus untuk streaming.
- Home Premium 50 Mbps (Rp300.000/bulan): rumah dengan lebih banyak kamera atau keluarga yang sering online bersamaan.
- B2B 50–300 Mbps (mulai Rp485.000/bulan): toko, kantor, dan sekolah dengan banyak kamera, plus prioritas support 24/7. Lihat detailnya di paket bisnis.
Untuk kantor atau korporasi yang butuh bandwidth 1:1 dan SLA 99,5%, tersedia Internet Dedicated. Tim kami juga bisa membantu instalasi CCTV, WiFi, dan jaringan melalui layanan Managed Services.
Siap Pantau CCTV Tanpa Patah-Patah?
GISNET saat ini melayani Kecamatan Sidayu, Bungah, dan Ujung Pangkah, Gresik. Cek area Anda di halaman jangkauan, lalu jadwalkan survei lokasi gratis.
Hubungi marketing kami via WhatsApp 0857-0629-9235 atau isi formulir kontak. Tim NOC kami siaga 24 jam.